Kalau gaji developer di pasar sekitar Rp5 juta sampai Rp10 juta per bulan, bukankah tim IT internal jauh lebih hemat daripada memakai jasa pihak luar?
Hitungan seperti itu wajar.
Gaji adalah angka yang paling mudah dilihat dan paling sering dibahas di rapat anggaran. Angka ini juga paling mudah dibandingkan dengan tagihan vendor. Bagi perusahaan manufaktur dan hospitality, merekrut 1-2 orang juga terasa lebih aman.
Masalahnya, gaji hanya bagian kecil dari biaya aktual. Ada iuran BPJS yang ditanggung pemberi kerja dan THR yang wajib dibayar. Ada pula inventaris aset baru, biaya rekrutmen, dan waktu manajer untuk mengarahkan pekerjaan.
Artikel ini menghitung biaya rinci dengan data yang bisa Anda periksa. Hasilnya bisa Anda pakai untuk menyusun RAB, lalu membandingkannya dengan model kerja lain secara adil.
Lalu, apa saja yang membuat angka gaji membengkak menjadi biaya perusahaan?
Komponen Biaya Wajib: Gaji, Iuran BPJS, dan THR
Ada 3 lapis biaya yang tidak bisa dihindari begitu seseorang menjadi karyawan. yaitu gaji, iuran jaminan sosial yang ditanggung pemberi kerja, dan THR.
Untuk iuran, rinciannya sebagai berikut.
Program | Porsi pemberi kerja | Dasar aturan atau sumber |
BPJS Kesehatan | 4% dari upah | |
Jaminan Hari Tua (JHT) | 3,7% dari upah | |
Jaminan Pensiun (JP) | 2% dari upah, dengan batas upah Rp 10.547.400 | |
Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) | 0,24% untuk risiko sangat rendah | |
Jaminan Kematian (JKM) | 0,30% dari upah |
Jika dijumlah, porsi iuran perusahaan untuk pekerjaan kantor berisiko sangat rendah sekitar 10,24% dari upah.
Oh ya, batas upah JP berarti iuran JP berhenti naik ketika gaji melewati Rp10.547.400. Angka batas ini disesuaikan setiap tahun mengikuti pertumbuhan PDB, jadi periksa angka terbaru sebelum menyusun anggaran.
THR menambah satu bulan upah per tahun untuk karyawan dengan masa kerja 12 bulan atau lebih. Karyawan yang baru bekerja minimal satu bulan menerima THR proporsional (Hukumonline, Permenaker 6/2016).
Artinya, setahun bekerja berarti perusahaan membayar 13 kali gaji, bukan 12.
Bagaimana Menghitung Biaya Tim IT Internal untuk Tim Digital Tiga Orang?
Caranya, hitung gaji 12 bulan, tambahkan 1 bulan THR, lalu tambahkan iuran BPJS bagian perusahaan selama 12 bulan.
Hasilnya adalah biaya wajib per orang. Jumlahkan untuk semua peran, lalu tambahkan biaya alat kerja dan rekrutmen yang dibahas di bagian berikutnya.
Simulasi berikut memakai tiga peran yang umum dibutuhkan untuk website perusahaan. Gajinya diambil dari rata-rata nasional Indeed yang diakses pada 22 Oktober 2026.

Peran | Gaji rata-rata per bulan | Iuran BPJS perusahaan per bulan | Biaya wajib per tahun |
Senior web developer | Rp10.801.905 (Indeed) | Rp 1.101.025 | Rp 153.637.065 |
Web developer | Rp4.554.424 (Indeed) | Rp 466.373 | Rp 64.803.988 |
SEO specialist | Rp7.747.054 (Indeed) | Rp 793.298 | Rp 110.231.282 |
Total | Rp23.103.383 | Rp 2.360.969 | Rp 328.672.335 |
Yang perlu dicatat, ada tiga keterbatasan pada simulasi ini.
Data senior web developer di Indeed hanya berasal dari 7 laporan gaji, jadi angkanya kurang stabil dibanding dua peran lain.
Rata-rata nasional menyamarkan perbedaan kota. Indeed mencatat rata-rata web developer di Jakarta sekitar Rp8,6 juta, hampir dua kali rata-rata nasional.
Simulasi menganggap seluruh gaji adalah upah tetap dan tidak ada tunjangan atau bonus lain.
Gaji Hanya Separuh Cerita, Alat Kerja dan Proses Rekrutmen Ikut Masuk RAB
Biaya tim IT internal tidak berhenti pada gaji, iuran, dan THR. Setiap orang membutuhkan perangkat, lisensi software, dan waktu untuk direkrut serta dibimbing. Biaya ini jarang muncul di satu pos anggaran, sehingga mudah terlewat.
Contohnya lisensi desain.

Figma Professional untuk 1 full-seat dipatok sekitar USD 16 per bulan dengan tagihan tahunan.
Angkanya kecil per orang. Namun, tim digital biasanya memakai beberapa alat sekaligus, mulai dari desain, analytics, riset kata kunci, hingga hosting untuk staging.
Kemudian ada rekrutmen. Komponennya meliputi iklan lowongan, waktu wawancara, tes, dan biaya agensi jika memakai headhunter.
Data rata-rata biaya rekrutmen per posisi di Indonesia masih terbatas, seperti diakui Talenta. Karena itu, gunakan data HR perusahaan Anda sendiri untuk pos ini.
Daftar periksa biaya di luar gaji:
Laptop dan perangkat pendukung, umumnya dihitung sebagai aset yang disusutkan.
Lisensi desain, analytics, riset SEO, dan manajemen proyek.
Rekrutmen: iklan, waktu tim HR, tes, dan biaya agensi bila ada.
Pelatihan dan sertifikasi agar keterampilan tim tetap relevan.
Waktu manajer untuk menyusun prioritas, meninjau hasil, dan menilai kinerja.
Tips: Minta tim keuangan menarik biaya alat dan rekrutmen tahun lalu untuk semua posisi digital. Bagi dengan jumlah orang. Angka per orang ini lebih akurat untuk anggaran daripada asumsi dari artikel mana pun.
Satu Peran yang Kosong Membuat Biaya per Kompetensi Naik
Tim 3 orang di simulasi tadi belum punya desainer UX dan penulis konten. Padahal kedua kompetensi ini menentukan apakah website mudah dipakai calon pembeli dan apakah halamannya layak ditemukan di mesin pencari. Menambah 2 peran berarti menambah dua baris gaji, iuran, dan THR.
Bayangkan situasi berikut.
Sebuah pabrik bisa memiliki armada truk sendiri atau memakai jasa logistik. Armada sendiri masuk akal ketika truk terisi penuh setiap hari. Namun, ketika pengiriman hanya ramai beberapa kali sebulan, truk lebih sering diam di parkiran. Sementara itu, cicilan, gaji sopir, dan perawatan tetap berjalan.
Tim digital punya logika yang sama.
Desainer UX mungkin sangat dibutuhkan saat revamp, lalu bebannya turun setelah website terbit. Karena gaji dibayar penuh setiap bulan, biaya per jam kerja yang benar-benar produktif ikut naik ketika bebannya turun.
Singkatnya, yang perlu dihitung bukan hanya biaya per orang. Hitung juga biaya untuk mendapatkan setiap kompetensi pada tingkat pemakaian yang sebenarnya.
Apakah Tim IT Internal Selalu Lebih Mahal daripada Digital Partner?
Tidak selalu.
Tim IT internal bisa lebih efisien ketika bebannya penuh sepanjang tahun dan sistemnya menjadi inti operasional. Syarat lainnya, perusahaan sudah punya project manager. Digital partner cenderung lebih efisien ketika kebutuhannya lintas kompetensi tetapi intensitas tiap kompetensi naik turun.
Sebagai pembanding, berikut biaya tahun pertama Program Digital Partner Grapiku berdasarkan harga di halaman program per 22 Oktober 2026.
Model | Kapasitas menurut halaman resmi | Biaya tahun pertama |
Tim internal tiga peran (simulasi) | 3 orang penuh waktu, tanpa UX dan konten | Rp328,7 juta, belum termasuk alat dan rekrutmen |
Starter Partner | Tim digital bersama (strategist, engineer, designer, content specialist) dengan kapasitas sesuai paket | Rp70 juta sampai Rp75 juta |
Core Partner | 1 engineer dedicated ditambah tim digital bersama | Rp116 juta sampai Rp126 juta |
Growth Partner | 2 engineer dedicated atau lebih, 1 peran spesifik, ditambah tim digital bersama | Mulai Rp230 juta |
Biaya tahun pertama paket dihitung dari biaya kickoff ditambah 12 bulan langganan. Namun, perbandingan ini tidak setara satu banding satu. Kapasitas tim bersama dibagi sesuai paket, sedangkan tiga karyawan internal bekerja penuh untuk satu perusahaan.
Ini yang membedakannya.
Model partner tetap menuntut waktu koordinasi dari pihak perusahaan, dan perpindahan pengelola di kemudian hari punya biaya transisi. Sebaliknya, model internal menanggung risiko posisi kosong ketika ada yang mengundurkan diri.
Pembahasan risiko dan model kerja secara lengkap ada di artikel: tim IT internal vs digital partner.
Angka Gaji dari Web Loker Membuat Anggaran Sering Meleset
Rata-rata gaji di situs lowongan dihitung dari iklan yang mencantumkan gaji. Lowongan dari perusahaan yang tidak menampilkan gaji tidak ikut terhitung.
Karena itu, rata-rata web developer Rp4,55 juta dari 101 data di Indeed lebih tepat dibaca sebagai titik awal. Angka ini bukan patokan tawaran.
Tekanan di pasar kerja juga mendorong angka tawaran naik.
Robert Walters Salary Survey 2026 mencatat 81% perusahaan di Indonesia menilai kualitas kandidat belum sesuai dengan peran yang dicari. Survei yang sama menemukan sekitar 60% profesional merasa gaji dan tunjangan yang ditawarkan belum memenuhi ekspektasi (Fortune IDN).
Jadi, kandidat yang sesuai cenderung meminta lebih dari rata-rata iklan. Anggaran yang disusun dari angka rata-rata berisiko kurang, lalu rekrutmen tertunda karena tawaran tidak cocok. Waktu tunggu inilah yang sering tidak tercatat sebagai biaya.
Kapan Biaya Tim IT Internal Layak Dikeluarkan?
Biaya tim IT internal layak dikeluarkan ketika pekerjaan digital berjalan setiap hari dan sistemnya menjadi inti operasional. Perusahaan juga perlu mampu mengelola orang teknis. Jika salah satu syarat itu belum terpenuhi, biaya per kompetensi cenderung lebih tinggi daripada yang terlihat di slip gaji.
Di perusahaan manufaktur, jawabannya sering bergantung pada seberapa sering katalog produk dan spesifikasi berubah.
Untuk hotel, pertanyaannya biasanya berkisar pada seberapa sering paket, promo, dan konten kamar diperbarui.
Temukan Model Kerja Digital yang Paling Efisien untuk Bisnis Anda
Biaya tim IT internal yang realistis selalu lebih besar dari total gaji. Dalam simulasi tiga peran, iuran BPJS dan THR saja menambah sekitar 18,6%, sehingga biaya wajib setahun mencapai Rp328,7 juta. Angka itu belum memasukkan alat kerja, rekrutmen, dan waktu manajer.
Keputusan yang tepat tidak lahir dari pertanyaan mana yang lebih murah. Keputusan yang tepat lahir dari perbandingan biaya untuk mendapatkan setiap kompetensi pada tingkat pemakaian yang benar-benar dibutuhkan. Dengan hitungan itu, tim internal dan digital partner bisa dinilai secara adil.
Sedang menimbang antara merekrut tim internal dan bekerja dengan partner? Asesmen Digital Partner membantu memetakan kebutuhan kompetensi, beban kerja, dan anggaran Anda sebelum memutuskan model kerja. Rincian paket tersedia di halaman Program Digital Partner.





